SUBANG, Kutipansatu.com – Pemerintah Kabupaten Subang memberikan sinyal hijau terkait permohonan alih fungsi Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) setuas 13,4 hektare oleh PT Pertamina EP untuk kebutuhan sumur dan jalur pipa minyak.
Kesiapan tersebut disampaikan langsung oleh Wakil Bupati Subang, H. Agus Masykur Rosyadi (Kang Akur), saat menghadiri Rapat Koordinasi di Hotel Angsana, Kabupaten Bogor, Kamis (15/10/2026).
Menariknya, Kang Akur justru menyambut gembira proyek alih fungsi lahan ini. Pasalnya, berdasarkan kajian teknis, lahan pertanian pengganti yang disiapkan berpotensi menghasilkan panen hingga tiga kali lipat dibanding lahan semula.
“Berdasarkan kajian, hasilnya bisa tiga kali lipat dari tanah yang dijadikan pengeboran,” ujar Kang Akur optimistis.
Tak cuma soal alih fungsi lahan, Pemkab Subang juga bergerak cepat memanfaatkan momentum ini untuk mendorong perbaikan infrastruktur pertanian di wilayah sekitar.
Kang Akur mengusulkan agar Pertamina turut membantu pengadaan jaringan irigasi dan sistem pemompaan air.
“Kami mengusulkan pemasangan pompa sekaligus perbaikan irigasi. Tidak cuma untuk lahan pengganti seluas 17,23 hektare saja, tapi juga mencakup sawah-sawah warga di sekitarnya yang terdampak. Kami juga minta dibuatkan bangunan penampungan (reservoir) di atasnya, jadi pompa tidak perlu terus-menerus dinyalakan,” jelasnya.
Kang Akur menegaskan Pemkab Subang siap merealisasikan kerja sama ini secepat mungkin. Selain meningkatkan produksi pangan, proyek ini diproyeksikan bakal mendongkrak Dana Bagi Hasil (DBH) bagi Kabupaten Subang.
”Kami menunggu hasil pengajuan tanah ini. InsyaAllah, Pak Bupati sudah menyiapkan kajian bersama dan perjanjian kerja samanya. Subang sudah ON PROGRESS! Kalau ini makin cepat, hasilnya makin baik, dan DBH untuk Subang juga makin besar,” tegas Kang Akur.
Di akhir penyampaiannya, Kang Akur mengapresiasi komitmen Pertamina EP yang terus membawa dampak nyata bagi masyarakat lokal.
“Kantor Pertamina EP kan ada di Subang, jadi Pertamina harus bisa memberikan dampak yang makin nyata dan bermanfaat langsung bagi warga Subang,” pungkasnya.
Turut hadir dalam rakor tersebut perwakilan jajaran Direktur Optimasi Lahan Kementerian Pertanian, jajaran Pemda Kabupaten Indramayu, Karawang, Bekasi, serta Direksi Pertamina EP.










