SUMEDANG, Kutipansatu.com – Yayasan As-Syifa Al-Khoeriyyah melalui Departemen Syiar dan Pembinaan menggelar Pelatihan Pengurusan Jenazah bagi 120 jamaah Masjid Al-Istiqomah di Kampung Sindangaso, Desa Cikaramas, Kecamatan Tanjungmedar, Kabupaten Sumedang, Senin (27/7/2026). Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program pembinaan masjid binaan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai tata cara pengurusan jenazah sesuai syariat Islam.
Pelatihan terselenggara melalui kolaborasi antara Departemen Syiar dan Pembinaan Yayasan As-Syifa Al-Khoeriyyah dengan Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Al-Istiqomah. Selain penyampaian materi, peserta juga mengikuti praktik langsung mulai dari memandikan, mengafani, menyalatkan, hingga tata cara pemakaman jenazah sesuai tuntunan syariat.
Narasumber pelatihan, Ustadz Rida Miftahul Alim, S.H.I., S.Pd.I., M.M.Pd., menjelaskan bahwa pemahaman mengenai pengurusan jenazah merupakan bagian dari pelaksanaan fardu kifayah yang penting dimiliki umat Islam.
“Sebagai seorang muslim, mengurus jenazah sesama muslim merupakan kewajiban kolektif (fardu kifayah). Terlebih lagi ketika ada anggota keluarga yang meninggal dunia, maka pihak keluarga menjadi orang yang paling utama untuk mengurus jenazah sebelum dibantu oleh pihak lain. Oleh karena itu, pengetahuan mengenai pengurusan jenazah perlu dipahami oleh masyarakat,” ujarnya.
Salah seorang peserta, Asep Nauval (24), mengaku mendapatkan tambahan pengetahuan setelah mengikuti pelatihan tersebut. Menurutnya, materi yang disampaikan memberikan pemahaman yang lebih menyeluruh dibanding pengalaman yang pernah ia miliki sebelumnya.
“Alhamdulillah, setelah mengikuti pelatihan ini wawasan saya semakin bertambah. Banyak hal yang sebelumnya belum saya ketahui, sekarang menjadi lebih paham. Pelatihan seperti ini sangat bermanfaat bagi masyarakat,” katanya.
Sementara itu, Wakil Manajer Departemen Syiar dan Pembinaan External Yayasan As-Syifa Al-Khoeriyyah, Ustadz Taupik Hidayat, S.Pd., Gr., mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari pembinaan berkelanjutan kepada masjid-masjid binaan. Ia menyebutkan, hingga saat ini yayasan telah membina lebih dari 100 masjid di berbagai daerah.
“Pelatihan ini menjadi sarana untuk terus menjalin silaturahim dan menjaga komunikasi dengan masjid binaan. Selain itu, tema pengurusan jenazah masih sangat jarang dibahas secara khusus dalam majelis taklim, padahal kebutuhan masyarakat terhadap sumber daya manusia yang memahami tata cara pengurusan jenazah sangat besar. Selama ini masyarakat masih banyak bergantung kepada tokoh agama atau tokoh masyarakat. Kami berharap semakin banyak jamaah yang memiliki kemampuan ini sehingga dapat memberikan pelayanan kepada masyarakat ketika dibutuhkan,” tuturnya.
Menurut Taupik, pelatihan juga menjadi wadah bagi para ustadz di daerah untuk berbagi ilmu dan pengalaman kepada masyarakat sehingga kompetensi umat dalam melaksanakan kewajiban fardu kifayah dapat terus ditingkatkan.
Melalui kegiatan tersebut, Yayasan As-Syifa Al-Khoeriyyah berharap semakin banyak masyarakat yang memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam mengurus jenazah sesuai tuntunan syariat Islam, sehingga pelaksanaan fardu kifayah dapat dilakukan dengan baik ketika dibutuhkan.










