SUBANG, Kutipansatu.com — Kehadiran PT CMM, perusahaan pengelolaan limbah pabrik BYD yang berlokasi di Kampung Sukadaya RT 01/01, Desa Cimayasari, Kecamatan Cipeundeuy, Kabupaten Subang, dirasakan membawa dampak positif yang nyata bagi perekonomian masyarakat sekitar.
Selain membuka lapangan pekerjaan baru, keberadaan perusahaan di area 11 Hektar ini turut menghidupkan sektor usaha mikro dan pemberdayaan ekonomi warga setempat.
Buka Peluang Usaha dan Satukan Keluarga.
Dampak positif tersebut salah satunya dirasakan langsung oleh warga lokal yang kini bisa membuka usaha warung makan dan kelontong sejak berdirinya PT CMM.
Usaha ini menjadi penopang utama ekonomi keluarga, terutama untuk membiayai pendidikan anak-anak mereka.
Tidak hanya meningkatkan pendapatan, keberadaan PT CMM juga membawa dampak sosial yang cukup emosional. Banyak warga yang sebelumnya harus merantau dan bekerja jauh seperti di Jakarta, kini bisa kembali dan bekerja di kampung halaman sendiri.
“Manfaatnya banyak banget buat ekonomi. Suami juga jadi dekat, nggak perlu kerja jauh lagi. Dulu suami kerja di Jakarta, sekarang bisa bantu-bantu di sini,” ungkap Suhaetin, salah seorang warga pemilik warung di lokasi sekitar.
Bahkan, pihak perusahaan juga memberikan dukungan langsung bagi warga yang ingin mendirikan tempat usaha maupun tempat tinggal dengan memanfaatkan serta memfasilitasi material pendukung dari limbah non-B3 yang masih layak pakai.
Kepedulian Sosial dan Harapan Warga.
Kehadiran PT CMM di Desa Cimayasari dan wilayah Kecamatan Cipeundeuy tidak hanya berfokus pada operasional bisnis, melainkan juga pada aksi kepedulian sosial secara rutin. Pihak perusahaan secara berkala menyalurkan bantuan dan santunan bulanan kepada:
Anak-anak yatim piatu, Lansia dan warga jompo, Masyarakat kurang mampu di lingkungan sekitar.
Menanggapi adanya sorotan media sosial serta sidik dari pihak DPRD terkait kelengkapan perizinan operasional baru-baru ini, warga setempat berharap agar proses administratif yang sedang berjalan dapat segera diselesaikan secara lancar.
Warga berharap pemerintah dan pihak-pihak terkait dapat mempermudah serta mendampingi proses perizinan tersebut demi kelangsungan mata pencaharian ratusan kepala keluarga di Desa Cimayasari dan sekitarnya.
“Harapan kami keberadaan PT CMM terus ada di sini, semakin maju, dan sukses selamanya karena sangat membantu ekonomi warga lokal,” pungkasnya.
Bukan cuma Suhaetin, kehadiran PT CMM di lingkungannya juga membawa kebahagiaan tersendiri bagi Ade. Bagi Ade, masuknya perusahaan ini menjadi titik balik dari masa-masa sulitnya saat belum memiliki pekerjaan, hingga kini bisa mengantongi penghasilan harian yang cukup memadai.
“Awalnya saya menganggur. Dengan adanya perusahaan ini, saya bisa punya pekerjaan dan alhamdulillah bisa bantu perekonomian keluarga. Saya berharap perusahaan ini bisa terus bertahan di sini,” ujar Ade.
Komitmen PT CMM dalam memberdayakan masyarakat sekitar wilayah operasionalnya terus dibuktikan secara nyata. Hingga saat ini, perusahaan mencatat telah menyerap kurang lebih 200 tenaga kerja lokal yang berasal dari dua desa tetangga, yakni Desa Cimayasari dan Desa Cipeundeuy.
Langkah strategis ini dinilai memberi dampak positif yang signifikan bagi peningkatan roda perekonomian warga setempat, sekaligus mengurangi angka pengangguran di tingkat desa.
Perwakilan manajemen PT CMM menyampaikan bahwa prioritas perekrutan warga lokal merupakan bagian dari komitmen sosial perusahaan (CSR) untuk tumbuh dan berkembang bersama masyarakat sekitar.
“Kami menyadari bahwa keberlanjutan bisnis perusahaan tidak lepas dari dukungan masyarakat setempat. Oleh karena itu, kami memberikan porsi dan kesempatan kerja bagi warga dari Desa Cimayasari dan Cipeundeuy agar keberadaan PT CMM membawa manfaat langsung bagi warga sekitar,” ujar pihak manajemen.










