Perkuat Ekosistem Jagung, Kemenkop Gandeng Koperasi Merah Putih Subang Bebaskan Petani dari Tengkulak

banner 468x60

SUBANG, Kutipansatu.com — Kementerian Koperasi (Kemenkop) terus berupaya memperkuat jaringan usaha berbasis komoditas jagung di daerah. Melalui pelatihan dan penguatan kerja sama antar-Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di Kabupaten Subang, Jawa Barat, pemerintah mendorong koperasi tidak hanya menjadi tempat berkumpulnya anggota, tetapi juga bertindak sebagai penjamin pasar (offtaker) sekaligus penggerak ekonomi desa.

Langkah ini dilakukan lewat pola kemitraan atau sistering guna membangun jaringan usaha jagung yang terintegrasi dari hulu ke hilir, mulai dari penyediaan sarana produksi, pembiayaan, penyimpanan, hingga rantai distribusi. Dengan ekosistem yang terintegrasi, petani jagung diharapkan terbebas dari ketergantungan pada tengkulak dan memperoleh kepastian harga.

Sebagai gambaran potensi daerah, pada tahun 2024 luas panen jagung di Kabupaten Subang mencatatkan angka 206 hektare dengan rata-rata produktivitas mencapai 5,63 ton per hektare. Potensi besar ini dinilai sangat strategis untuk dioptimalkan melalui wadah Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.

“Melalui pola sistering dan penguatan jaringan usaha ini, kita ingin Koperasi Desa Merah Putih hadir sebagai solutif bagi petani. Koperasi tidak boleh hanya sekadar wadah formalitas, tetapi harus menjadi offtaker atau penyerap hasil panen secara nyata. Kita ingin memutus ketergantungan petani pada tengkulak, menjamin kepastian harga, dan menjadikan komoditas jagung ini sebagai kekuatan ekonomi baru di tingkat daerah.”​ Ujar Asisten Deputi Akselerasi Jaringan Usaha, Deputi Bidang Pengembangan Usaha Koperasi Kemenkop, Cecep Setiawan.

Kepala Dinas Koperasi, UMKM, Perdagangan, dan Perindustrian (DKUPP) Kabupaten Subang , Yeni Nuraeni menjelaskan potensi jagungndi Subang sangat menjanjikan.

“Potensi jagung di Subang sangat menjanjikan, di mana pada 2024 lalu kita mencatat luas panen mencapai 206 hektare dengan produktivitas 5,63 ton per hektare. Lewat pendampingan dan pelatihan dari Kementerian Koperasi ini, kami di daerah sangat mendukung agar Koperasi Merah Putih siap mengelola rantai pasok jagung secara profesional, sehingga nilai tambah ekonomi benar-benar dinikmati oleh para petani lokal kita.” Ungkap Yeni.


“Perum Bulog siap bersinergi dengan Kementerian Koperasi, pemerintah daerah, dan Koperasi Merah Putih untuk memperluas akses pasar serta memperkuat penyerapan jagung. Kolaborasi ini kunci penting agar jagung tidak berhenti sebagai hasil pertanian mentah saja, melainkan masuk ke dalam rantai pasok industri yang lebih luas dan berkelanjutan.” kata Pimpinan Kantor Cabang BULOG Subang, Lanswenri.

Membangun Ekosistem Berkelanjutan

Sinergi antara Kementerian Koperasi, Pemerintah Kabupaten Subang, Perum Bulog, serta pelaku usaha diharapkan mampu menciptakan ekosistem bisnis jagung yang tangguh dan berdaya saing.

Dengan keterlibatan aktif Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih, potensi jagung di daerah dapat dikembangkan secara mandiri, memberikan nilai tambah bagi perekonomian desa, serta memperkuat tingkat kesejahteraan para petani.


‎

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *