SUBANG, Kutipansatu.com — Perum Bulog memastikan proses penyerapan beras dan gabah dari petani lokal terus berjalan lancar di tengah musim panen.
Langkah ini dilakukan untuk menjamin ketersediaan stok pangan masyarakat sekaligus menstabilkan pasokan beras di wilayah Subang, Purwakarta, hingga pengiriman antar provinsi.
Berdasarkan pemantauan lapangan di sejumlah wilayah lumbung padi, kondisi pertanaman dan pengairan dinilai masih relatif aman.
“Untuk penyerapan Bulog sampai saat ini masih berjalan seperti biasa. Begitu ada panen, Bulog langsung melakukan penyerapan,” ujar Pimpinan Kantor Cabang Bulog Subang, Laswenri saat ditemui wartawan, Rabu (22/7/2026).
Ia menambahkan, optimisme ini disokong oleh kondisi jaringan irigasi yang memadai, khususnya di wilayah pesisir utara (Pantura).
“Kami kemarin keliling di daerah Subang, terutama di Pamanukan dan wilayah Pantura. Untuk pengairan di sawah-sawah masih bagus. Mudah-mudahan kemarau ini tidak berlangsung lama sehingga tidak ada kejadian gagal panen,” lanjutnya.
Saat ini, Bulog menguasai cadangan beras sekitar 82.800 ton. Jumlah tersebut dinilai sangat aman dan lebih dari cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di wilayah Kabupaten Subang dan Kabupaten Purwakarta.
Selain untuk kebutuhan lokal, kelimpahan stok ini juga dialokasikan untuk distribusi nasional melalui program Move Nasional (Movenas) ke berbagai wilayah lain, seperti Sumatera, Kalimantan, hingga DKI Jakarta.
Seluruh cadangan beras yang tersimpan di gudang-gudang Bulog tersebut dipastikan murni berasal dari hasil jerih payah petani lokal.
”Semua stok yang ada di Subang saat ini adalah penyerapan dari hasil beras petani, terutama dari Gabung Kelompok Tani (Gapoktan) yang ada. Kami melakukan penggilingan di mitra-mitra penggilingan kami sehingga menjadi beras yang masuk ke gudang Bulog,” jelasnya.
Target Penyerapan 2026 Hampir Tercapai
Pada tahun anggaran 2026, Bulog Subang menargetkan penyerapan beras hingga 82.900 ton. Dari target tersebut, realisasi di lapangan telah menunjukkan angka yang sangat positif.
Hingga pertengahan tahun ini, penyerapan beras telah mencapai lebih dari 56.000 ton. Dengan pencapaian tersebut, Bulog optimistis dapat memenuhi sisa target sekitar 27% hingga akhir tahun.










