Kobar Semangat Anti-Bullying, Kapolsek Sagalaherang Pasang Badan Lindungi Santri Ponpes As-Syifa

banner 468x60

SUBANG, Kutipansatu.com – Upaya menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan bebas dari aksi perundungan (bullying) terus digencarkan di wilayah Hukum Polsek Sagalaherang, Polres Subang.
‎
‎Guna memastikan para santri dapat menimba ilmu dengan tenang, Kapolsek Sagalaherang hadir langsung mengawal dan membuka acara Kampanye Anti-Bullying di Pondok Pesantren (Ponpes) As-Syifa Sagalaherang, Selasa (29/9/2026).
‎
‎​Kehadiran jajaran Kepolisian di tengah-tengah ratusan santri ini disambut hangat oleh pihak pengurus pesantren dan jajaran pengajar. Acara yang dikemas edukatif namun interaktif tersebut bertujuan untuk memberikan pemahaman mendalam mengenai bahaya fisik, psikologis, hingga konsekuensi hukum dari tindakan perundungan di lingkungan sekolah maupun pesantren.
‎
‎​Dalam kesempatan tersebut, Kapolsek Sagalaherang, AKP IrfanTaufik Firmansyah menegaskan komitmen Kepolisian dalam menjaga iklim belajar yang sehat bagi generasi muda, khususnya di wilayah pesantren.
‎
‎​”Pesantren adalah tempat mulia untuk menimba ilmu, menggembleng akhlak, dan membentuk karakter calon pemimipin masa depan. Tidak boleh ada tempat sedikit pun bagi tindakan perundungan, baik berupa kekerasan fisik, verbal, maupun perundungan di media sosial (cyberbullying),” tegas Kapolsek Sagalaherang di hadapan para santri.
‎
‎​Ia juga menambahkan bahwa kunci pencegahan bullying berada pada rasa kepedulian antar sesama santri dan keberanian untuk bersuara.
‎
‎​”Kami mengimbau kepada seluruh santri untuk saling menjaga, merangkul, dan menghormati satu sama lain. Jika melihat atau mengalami tindakan perundungan, jangan takut untuk melapor kepada ustadz, pengasuh, atau pihak kepolisian. Kita ciptakan Ponpes As-Syifa ini sebagai zona aman dan ramah santri,” pungkasnya.
‎
‎​Pihak pengelola Ponpes As-Syifa Sagalaherang turut mengapresiasi kehadiran dan perhatian jajaran Polsek Sagalaherang. Melalui sinergi antara kepolisian dan lembaga pendidikan agama ini, diharapkan para santri tidak hanya cerdas secara akademis dan spiritual, tetapi juga memiliki rasa empati yang tinggi serta terhindar dari perilaku perundungan

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *