Wisata Dadakan Leuwi Kondang  ” Surga Tersembunyi” Saat Musim Kemarau, Setelah Viral Dimedsos

banner 468x60

SUBANG, Kutipansatu.com – Musim kemarau membawa berkah tersendiri bagi warga Kampung Cigancang, Desa Cimayasari, Kecamatan Cipeundeuy, Kabupaten Subang, Jawa Barat.

Fenomena surutnya debit air Sungai Cilamaya menyulap kawasan Leuwi Kondang Muara Cihuni menjadi destinasi wisata alam dadakan yang mendadak ramai diserbu pengunjung, Minggu (26/7/2026).

Penurunan debit air ini dimanfaatkan masyarakat sebagai ajang rekreasi alam yang menyegarkan. Mulai dari anak-anak, remaja, hingga dewasa tampak asyik bermain air di bawah rindangnya pepohonan sepanjang bantaran sungai.

Tak hanya berenang, hamparan batu alam di tengah sungai yang kini menyembul juga menjadi spot favorit pengunjung untuk berswafoto.​Viral di Media Sosial dan Gratis daya tarik Leuwi Kondang yang kian meroket tak lepas dari peran media sosial.

Nur, salah seorang pengunjung asal Kabupaten Karawang, mengaku rela datang jauh-jauh setelah melihat video kawasan tersebut melintas di linimasa akun media sosialnya.

“Saya baru pertama kali ke sini setelah melihat videonya di media sosial. Ternyata suasananya memang sejuk, airnya jernih, dan tempatnya sangat nyaman untuk berlibur bersama keluarga,” ujar Nur.

Sementara itu, pengelola objek wisata Leuwi Kondang, Raino Maulana, menceritakan awal mula kawasan ini mendadak ramai. Menurutnya, lokasi tersebut mulanya hanya sekadar direkam karena lanskapnya terlihat unik saat air sungai surut di musim kemarau.

Raino menyebut, kawasan ini tidak bisa dimanfaatkan saat musim hujan karena debit dan tinggi muka air sungai yang cenderung membahayakan.

“Awalnya saya hanya membuat video iseng karena pemandangannya bagus saat musim kemarau. Tidak menyangka setelah viral, pengunjung yang datang sangat ramai, bahkan banyak yang dari luar Kabupaten Subang,” kata Raino Maulana.

Raino menambahkan, wisatawan yang berkunjung kini tidak hanya berasal dari warga lokal Subang, tetapi juga merambah ke wilayah tetangga seperti Karawang, Purwakarta, hingga kawasan Pantura.

Menariknya, pihak pengelola hingga saat ini tidak mematok tarif tiket masuk. Pengunjung cukup memberikan sumbangan sukarela di area parkir kendaraan tanpa ada kewajiban bayar lainnya.

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *