Peran Baru Kader TPK: 600 Ribu Garda Terdepan Siap Kawal Distribusi MBG 3B

banner 468x60

SUBANG, Kutipansatu.com – Ada misi dan tanggung jawab baru yang diemban oleh 600 ribu kader Tim Pendamping Keluarga (TPK) di seluruh Indonesia. Mereka kini resmi mendapat tugas tambahan untuk mengawal langsung distribusi program Makan Bergizi Gratis (MBG) 3B, khusus menyasar ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.

Hal tersebut diungkapkan langsung oleh Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Mendukbangga), Wihaji, saat menghadiri Temu Kader TPK se-Kabupaten Subang di GOR Gotong Royong, Senin (2/11/2026).

Acara bertajuk “Penguatan Gizi Keluarga Melalui Distribusi dan Edukasi MBG 3B Kabupaten Subang” ini turut dihadiri oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Sugiono, serta diikuti oleh ribuan kader pendamping keluarga dari berbagai wilayah di Subang.

“Ibu-ibu Tim Pendamping Keluarga, saya laporkan ada tugas baru berdasarkan Perpres 115 Pasal 47. Tugas kita selain mendampingi calon pengantin, ibu hamil, ibu menyusui, balita, baduta, remaja, dan lansia, kita juga mendapat tugas baru mendistribusikan MBG 3B,” ujar Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Mendukbangga), Wihaji,

Fokus utama MBG 3B adalah memastikan asupan gizi ibu dan anak terpenuhi sejak dini sebagai langkah preventif menekan angka stunting secara nasional.

Ujung Tombak di Lapangan: Dengan jaringan yang mencapai 600 ribu orang hingga ke tingkat desa dan kelurahan, kader TPK menjadi garda terdepan yang paling dekat dengan masyarakat.

Distribusi Beriringan dengan Edukasi: Tidak sekadar membagikan makanan, kader TPK juga dibekali peran penting untuk mengedukasi keluarga mengenai pola makan sehat serta kesehatan ibu dan anak.

Kehadiran Menko PMK Sugiono bersama Mendukbangga Wihaji di Subang menegaskan kuatnya sinergi lintas kementerian hingga pemerintah daerah.

Melalui langkah strategis ini, pemerintah optimistis upaya pemenuhan gizi kelompok rentan dapat berjalan lebih tepat sasaran demi mencetak generasi Indonesia yang sehat, kuat, dan berkualitas di masa depan.

Dalam konferensi persnya Menko PMK Sugiono telah melakukan rangkaian kegiatan peninjauan langsung ke titik-titik kasus stunting, salah satunya di Rawasari. 

“Pemberantasan stunting merupakan salah satu program utama dari Presiden dalam rangka program transformasi bangsa yang berkelanjutan. Berdasarkan hasil peninjauan dan dialog dengan warga (terutama keluarga yang memiliki anak stunting), ditemukan bahwa stunting tidak hanya disebabkan oleh asupan gizi saja, tetapi juga dipengaruhi oleh: ​Kondisi lingkungan tempat tinggal dan ​Situasi kehidupan keluarga yang kurang memadai,” ujarnya.

Menurut Sugiono Upaya penanganan stunting tidak hanya berfokus pada penerusan program makan bergizi gratis yang sudah ada (baik untuk anak sekolah, ibu hamil, maupun menyusui balita), tetapi juga mencakup:

“​Memperbaiki kualitas hidup dan tempat tinggal warga, ​Memperbaiki fasilitas sanitasi yang dimiliki, dan ​Memperbaiki asupan air, makanan, dan gizi secara menyeluruh,” pungkasnya.

Sementara sebelum melakukan pertemuan dengan ratusan kader PKK sekabupaten Subang, kedua menteri Presiden Prabowo ini melakukan peninjauan kepada warga yang memiliki rumah tidak layak huni.

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *