Kemarau Picu Kekeringan Ribuan Hektare Sawah di Subang, Petani Rugi hingga Rp7 Juta per Hektare

banner 468x60

SUBANG, Kutipansatu.com – Musim kemarau mulai berdampak terhadap sektor pertanian di Kabupaten Subang, Jawa Barat. Ribuan hektare sawah di tujuh kecamatan mengalami kekeringan akibat terhentinya pasokan air irigasi. Kondisi tersebut menyebabkan tanaman padi mengering dan petani diperkirakan mengalami kerugian hingga Rp7 juta per hektare.

Kekeringan terjadi selama dua bulan terakhir. Selain minimnya curah hujan, kerusakan pada sejumlah saluran irigasi mengakibatkan distribusi air ke lahan pertanian terhenti.

Akibatnya, tanaman padi yang baru berusia sekitar satu setengah bulan mulai mengering. Bahkan, di sejumlah lokasi, kondisi lahan sawah tampak retak-retak karena kekurangan air.

Petani mengaku khawatir apabila musim kemarau terus berlanjut. Pasalnya, pola tanam yang biasanya mampu menghasilkan tiga kali panen dalam setahun terancam hanya menjadi satu kali panen.

Sebagian petani bahkan terpaksa mencabut tanaman padi yang gagal tumbuh untuk dijadikan pakan ternak karena dinilai sudah tidak berpotensi dipanen.

Salah seorang petani, Sasmin, mengatakan kekeringan tahun ini menyebabkan tanaman padinya rusak dan berpotensi menimbulkan kerugian besar.

“Kalau kondisi seperti ini terus berlanjut, kami bisa gagal panen. Tanaman yang sudah mengering terpaksa dicabut dan dijadikan pakan ternak. Kerugian diperkirakan mencapai sekitar Rp7 juta per hektare,” ujar Sasmin.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Subang, Rahmat Effendi, memastikan ketersediaan Cadangan Pangan Pemerintah Daerah (CPPD) masih dalam kondisi aman.

Ia menyebutkan, saat ini stok CPPD yang tersedia mencapai sekitar 78 ton yang merupakan sisa cadangan tahun 2025 dan diperkirakan masih mencukupi hingga akhir tahun.

“Cadangan pangan pemerintah daerah masih aman. Selain stok CPPD sekitar 78 ton, pemerintah juga memastikan cadangan pangan yang tersimpan di Bulog dalam kondisi tersedia sehingga kebutuhan masyarakat tetap dapat terpenuhi,” kata Rahmat Effendi, pada Kamis (9/7/2026).

Pemerintah Kabupaten Subang menyatakan akan terus melakukan berbagai langkah untuk menjaga ketersediaan serta stabilitas pangan di tengah dampak musim kemarau yang mulai dirasakan sektor pertanian.

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *