SUBANG, Kutipansatu.com – Musim kemarau yang melanda sejumlah wilayah mulai berdampak terhadap pasokan dan harga sejumlah komoditas pangan di Kabupaten Subang, Jawa Barat.
Kondisi tersebut menjadi perhatian pemerintah daerah. Petugas gabungan melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Pasar Baru Subang untuk memastikan ketersediaan bahan pokok sekaligus memantau perkembangan harga di tingkat pedagang.
Dalam sidak tersebut, petugas mengecek stok berbagai kebutuhan pokok dan melakukan pemantauan harga secara acak di sejumlah lapak pedagang.
Hasil pemantauan menunjukkan sejumlah komoditas mengalami kenaikan harga. Besaran kenaikan bervariasi, mulai dari sekitar Rp2.000 hingga Rp20.000, terutama pada sejumlah jenis sayuran.
Pedagang menyebut kenaikan harga terjadi seiring berkurangnya pasokan dari petani selama musim kemarau. Kekeringan yang melanda sejumlah lahan pertanian berdampak terhadap produksi dan hasil panen.
Kondisi tersebut kemudian berpengaruh terhadap pasokan komoditas yang masuk ke pasar. Di sisi lain, kebutuhan masyarakat terhadap bahan pangan tetap berjalan sehingga harga sejumlah komoditas mengalami kenaikan.
Salah seorang pedagang di Pasar Baru Subang, Cici mengatakan kenaikan harga tidak hanya terjadi pada sayuran, tetapi juga sejumlah kebutuhan pokok lainnya.
“Selain sayuran, ada juga beberapa kebutuhan yang mengalami kenaikan, seperti daging ayam dan bumbu dapur. Kenaikan harga ini berkaitan dengan pasokan yang berkurang,” ujar Cici.
Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Subang memastikan pemantauan pasar dilakukan untuk menjaga ketersediaan bahan pokok sekaligus mengantisipasi kenaikan harga yang tidak wajar.
Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil, Perdagangan dan Perindustrian (DKUPP) Kabupaten Subang, Yeni Nuraeni, mengatakan pemantauan dilakukan secara berkala, terutama untuk mengetahui kondisi pasokan dan pergerakan harga di pasar.
“Pemantauan ini dilakukan untuk memastikan ketersediaan bahan pokok dan menjaga stabilitas harga, terutama di tengah kondisi musim kemarau,” kata Yeni di lokasi pada Senin (10/8/2026) malam.
Menurutnya, pemerintah akan terus memantau perkembangan harga dan ketersediaan sejumlah komoditas pangan di pasar.
Langkah tersebut diharapkan dapat menjaga distribusi bahan pokok tetap berjalan dan memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi selama musim kemarau.










