Bupati Subang Belum Puas Meski Investasi Tertinggi di Rebana, Dorong Industri Serap Tenaga Kerja Lokal

banner 468x60

Subang, Kutipansatu.com – Bupati Subang Reynaldy Putra Andita Budi Raemi, S.IP., menegaskan komitmennya untuk terus mendorong peningkatan investasi di Kabupaten Subang, namun tetap berorientasi pada manfaat bagi masyarakat, terutama dalam penyerapan tenaga kerja lokal.

Pernyataan tersebut disampaikan Kang Rey, sapaan akrab Bupati Subang, usai membuka kegiatan Subang Investment Forum (SIF) 2026 di Aula Oman Syahroni, Kantor Bupati Subang, Rabu (24/06/2026).

Kabupaten Subang mencatat capaian investasi bersejarah pada tahun 2025 dengan realisasi mencapai Rp18,2 triliun. Angka tersebut melampaui target Indikator Kinerja Utama (IKU) Kabupaten Subang maupun target yang ditetapkan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Meski demikian, capaian tersebut belum membuat Bupati Subang merasa puas. Ia menyebut peningkatan investasi harus sejalan dengan berkurangnya angka pengangguran di Kabupaten Subang.

“Kita buka selebar-lebarnya investasi yang masuk ke Kabupaten Subang, namun investasi tersebut harus memberikan manfaat bagi masyarakat Kabupaten Subang,” ujar Kang Rey.

Menurutnya, pemerintah daerah akan memberikan kemudahan bagi investor yang ingin menanamkan modal di Subang. Namun, ada satu hal yang menjadi harapan utama, yakni keterlibatan tenaga kerja lokal dalam industri yang berkembang.

“Saya tegaskan, dalam kepemimpinan saya tidak pernah mempersulit investor atau meminta satu peserpun dari investor. Permintaan saya hanya satu, setiap industri yang masuk Kabupaten Subang harus mempekerjakan tenaga-tenaga orang Subang,” tegasnya.

Terkait status Subang sebagai salah satu daerah dengan realisasi investasi tertinggi di Kawasan Rebana, Kang Rey mengaku masih memiliki pekerjaan besar untuk memastikan dampak investasi benar-benar dirasakan masyarakat.

“Walaupun Subang merupakan salah satu daerah dengan realisasi investasi tertinggi di Rebana, terus terang saya belum berbahagia. Saya masih sedih karena masih banyak anak-anak kita yang belum diterima bekerja di industri, masih banyak pengangguran kita. Bagi saya, investasi tinggi harus diikuti dengan penurunan angka pengangguran,” ungkapnya.

Ia menyebut saat ini jumlah pengangguran terbuka di Kabupaten Subang masih berada di kisaran 65 ribu orang. Karena itu, pemerintah daerah terus berupaya menyiapkan sumber daya manusia (SDM) yang sesuai dengan kebutuhan dunia industri.

ang Rey mengatakan pihaknya menggandeng perguruan tinggi dan politeknik di Subang agar membuka program studi yang relevan dengan perkembangan industri di daerah.

‎”Makanya hari ini kita undang perguruan tinggi untuk menyiapkan SDM. Agar 5 sampai 10 tahun ke depan kita sudah punya lulusan yang sesuai dengan kebutuhan industri. Siapkan jurusan yang sesuai dengan industri yang masuk ke Kabupaten Subang,” jelasnya.

‎Selain penguatan SDM, Pemerintah Kabupaten Subang bersama Pemerintah Provinsi Jawa Barat juga tengah menyiapkan sistem layanan pencari kerja satu pintu. Sistem tersebut diharapkan mampu mempermudah masyarakat dalam mendapatkan akses pekerjaan sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap mekanisme outsourcing.

‎”Jangka pendek, pemerintah daerah bersama provinsi sudah membuat sistem satu pintu yang di dalamnya ada proses seleksi, agar tidak ada lagi pencari kerja yang harus melalui outsourcing,” pungkas Kang Rey.

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *