Subang, Kutipansatu.com – Warga di wilayah perbatasan Kecamatan Kalijati dan Kecamatan Serangpanjang, Kabupaten Subang, terpaksa mengambil risiko dengan menyeberangi aliran sungai untuk tetap menjalankan aktivitas sehari-hari.
Kondisi tersebut terjadi setelah jembatan gantung yang menjadi akses utama penghubung kedua wilayah mengalami kerusakan parah dan hingga kini masih dalam proses perbaikan.
Selama hampir satu tahun terakhir, kerusakan jembatan gantung di atas Sungai Cikeruh membuat mobilitas warga terganggu. Akses menuju tempat kerja, sekolah, hingga aktivitas ekonomi menjadi lebih sulit karena tidak ada jalur penghubung lain yang mudah dijangkau.
Saat musim kemarau dengan debit air sungai yang menurun, warga masih dapat melintasi sungai. Namun ketika musim hujan tiba dan volume air meningkat, warga tidak dapat menyeberang dan sebagian terpaksa bermalam di seberang sungai karena akses terputus.
Menurut warga, sebelum mengalami kerusakan, jembatan gantung tersebut merupakan satu-satunya sarana penyeberangan yang menghubungkan Kecamatan Kalijati dan Serangpanjang.
Salah seorang warga, Sobar, mengatakan kondisi ini membuat masyarakat harus berhati-hati setiap kali melintasi sungai.
“Kami terpaksa lewat sungai karena jembatan belum bisa digunakan. Kalau air kecil masih bisa menyeberang, tapi kalau hujan besar dan air naik, kami kesulitan untuk pulang atau beraktivitas.”ujarnya.
Sementara itu, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Subang memastikan perbaikan jembatan gantung terus dilakukan. Perbaikan meliputi penggantian alas kayu, pemasangan serta penggantian sling baja, hingga pemeriksaan struktur pondasi untuk memastikan keamanan jembatan.
Kepala Bidang Pemeliharaan Dinas PUPR Subang, David Samsi, menyebutkan proses perbaikan ditargetkan selesai dalam waktu dekat.
“Saat ini pekerjaan masih berjalan, di antaranya penggantian bagian lantai jembatan, perbaikan sling baja, serta pengecekan struktur pondasi. Kami menargetkan perbaikan selesai sekitar dua pekan ke depan agar bisa kembali dimanfaatkan masyarakat.” ujarnya kepada Kutipansatu.com pada Selasa (23/6/2026).
Jembatan gantung sepanjang sekitar empat puluh delapan meter tersebut nantinya akan kembali difungsikan bagi pejalan kaki maupun pengguna sepeda motor. Warga berharap perbaikan segera selesai agar akses antarwilayah kembali normal dan aktivitas perekonomian masyarakat dapat berjalan lancar.










